PARAGRAF
Disusun Untuk Memenuhi Tugas
mata kuliah Bahasa Indonesia
Dosen
Pengampu : Khizmi
,M.Pd.

Disusun Oleh :
Fisika
A
Kelompok 6
1.
Alsellin Paradiba 1411090004
2.
Hesti
Herliantari 1411090029
3.
Naris Rahmawati 1411090044
4.
Zulkarnain 1411090250
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
T.A
2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah penyusun panjatkan kepada Allah
SWT, atas terselesaikannya Makalah dengan judul “ PARAGRAF
” ini. Penulisan makalah ini disusun guna memenuhi tugas
Mata kuliah Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, penulisan Makalah ini diharapkan dapat
menjadi salah satu alternatif panduan dan menambah wawasan dalam pendidikan Bahasa
Indonesia.
Makalah ini mengulas antara lain tentang:
1. Pengertian Paragraf
2. Struktur
Paragraf
3. Macam-macam Paragraf
4. Syarat –
syarat terbentuknya Paragraf
Penyusun berharap, Makalah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca. Dalam kesempatan ini, penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah memberikan bantuan baik secara materiil maupun moril dalam
penulisan Makalah ini.
Tak ada gading yang tak retak, penyusun menyadari bahwa
dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh sebab itu
penyusun menghargai segala bentuk kritik dan saran yang membangun guna
terbentuknya makalah yang lebih baik lagi.
|
|
Bandar
Lampung, 18 Oktober 2014
Penulis
|
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .........................................................................................
i
KATA PENGANTAR .......................................................................................
ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................
2
1.3 Tujuan Penulisan.
2
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Paragraf .................................................................................. 3
2.2 Struktur Paragraf....................................................................................... 3
BAB III. SYARAT – SYARAT
PEMBENTUKAN PARAGRAF
3.1
Syarat – Syarat Paragraf………………………………………….......... 5
3.2
Macam
– Macam Paragraf...................................................................... 7
3.2.1
Macam
– Macam Paragraf Berdasarkan Tujuannya…………… 9
3.2.2
Macam
– Macam Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama.. 10
3.2.3
Macam
– Macam Kalimat Berdasarkan Isi..................................11
BAB IV. PENUTUP
A.
Kesimpulan.............................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Umumnya kesulitan pertama membuat karya tulis ilmiah
adalah mengungkapkan pikiran menjadi kalimat dalam bahasa ilmiah. Sering
dilupakan perbedaan antara paragraf dan kalimat. Suatu kalimat dalam tulisan
tidak berdiri sendiri, melainkan kait-mengait dalam kalimat lain yang membentuk
paragraf, paragraf merupakan bagian kecil sebuah karangan yang membangun satuan
pikiran sebagai pesan yang disampaikan oleh penulis dalam karangan.
Paragraf berasal dari bahasa Yunani yaitu paragropsh,“menulis di samping” atau “tertulis di samping”). Paragraf adalah suatu bentuk bahasa yang
biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun
beberapa kalimat menjadi paragraf, yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dan
kepaduan. Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam paragraf membicarakan satu
gagasan(gagasan tunggal).Kepaduan berarti seluruh kalimat dalam paragraf itu
kompak, saling berkaitan mendukung gagasan tunggal paragraf.
Untuk
memperdalam pengetahuan kita, penulis mencoba memberi penjelasan secara singkat
mengenai pengertian paragraf, struktur dan pembagian paragraf, syarat – syarat
paragraf yang baik dan macam – macam paragraf .
1.2 RUMUSAN MASALAH
Adapun yang menjadi pokok permasalahan di atas
dan pembahasan makalah ini adalah :
1. Apa yang dimaksud dengan paragraf ?
2. Bagaimana struktur dan pembagian paragraf ?
3. Menjelaskan syarat paragraf yang baik dan macam – macam paragraf ?
1. Apa yang dimaksud dengan paragraf ?
2. Bagaimana struktur dan pembagian paragraf ?
3. Menjelaskan syarat paragraf yang baik dan macam – macam paragraf ?
1.3 TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mempermudah mahasiswa dalam
memahami pelajaran Bahasa Indonesia khususnya mata kuliah Paragraf.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN PARAGRAF
Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa
yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya
menghimpun beberapa kalimat menjadi paragraf, yang perlu diperhatikan adalah
kesatuan dan kepaduan. Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam paragraf
membicarakan satu gagasan(gagasan tunggal).Kepaduan berarti seluruh kalimat
dalam paragraf itu kompak, saling berkaitan mendukung gagasan tunggal paragraf.
Dalam kenyataannya kadang-kadang kita menemukan alinea yang hanya terdiri atas satu kalimat, dan hal itu memang dimungkinkan. Namun, dalam pembahasan ini wujud alinea semacam itu dianggap sebagai pengecualian karena disamping bentuknya yang kurang ideal jika ditinjau dari segi komposisi, alinea semacam itu jarang dipakai dalam tulisan ilmiah. Paragraf diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari sudut pandang komposisi, pembicaraan tentang paragraf sebenarnya ssudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab formal yang sederhana boeh saja hanya terdiri dari satu paragraf. Jadi, tanpa kemampuan menyusun paragraf, tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.
Dalam kenyataannya kadang-kadang kita menemukan alinea yang hanya terdiri atas satu kalimat, dan hal itu memang dimungkinkan. Namun, dalam pembahasan ini wujud alinea semacam itu dianggap sebagai pengecualian karena disamping bentuknya yang kurang ideal jika ditinjau dari segi komposisi, alinea semacam itu jarang dipakai dalam tulisan ilmiah. Paragraf diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari sudut pandang komposisi, pembicaraan tentang paragraf sebenarnya ssudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab formal yang sederhana boeh saja hanya terdiri dari satu paragraf. Jadi, tanpa kemampuan menyusun paragraf, tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.
2.2 STRUKTUR PARAGRAF
Paragraf terdiri atas kalimat topik atau
kalimat pokok dan kalimat penjelas atau kalimat pendukung. Kalimat topik
merupakan kalimat terpenting yang berisi ide pokok alinea. Sedangkan kalimat
penjelas atau kalimat pendukung berfungsi untuk menjelaskan atau mendukung ide
utama. Untuk mendapatkan
paragraf yang baik perlu diperhatikan hal-hal berikut :
1. Posisi Paragraf
Sebuah karangan dibangun oleh beberapa bab. Bab-bab suatu
karangan yang mengandung kebulatan ide dibangun oleh beberapa anak bab. Anak
bab dibangun oleh beberapa paragraf. Jadi, kedudukan paragraf dalam karangan
adalah sebagai unsur pembangun anak bab, atau secara tidak langsung sebagai
pembangun karangan itu sendiri. Dapat dikatakan bahwa paragraf merupakan satuan
terkecil karangan, sebab di bawah paragraf tidak lagi satuan yang lebih kecil
yang mampu mengungkapkan gagasan secara utuh dan lengkap.
2. Kegunaan Paragraf
Paragraf bukan berkaitan dengan segi keindahan karangan
itu, tetapi pembagian per paragraf ini memiliki beberapa kegunaan, sebagai
berikut:
1. Sebagai penampung fragmen ide pokok
atau gagasan pokok keseluruhan paragraf
2. Alat untuk memudahkan pernbaca
memahami jalan pikiran penulisnya
3. Penanda bahwa pikiran baru dimulai,
4. Alat bagi pengarang untuk
mengembangkan jalan pikiran secara sistematis
5. Dalam rangka keseluruhan karangan,
paragraf dapat berguna bagi pengantar, transisi, dan penutup.
3. Unsur-Unsur Paragraf
Beberapa unsur yang pembangun paragraf, sehingga paragraf
tersebut tersusun secara logis dan sistematis. Unsur-unsur paragraf itu ada
empat macam, yaitu :
1. Transisi,
2 Kalimat
topik,
3. Kalimat pengem-bang, dan
4. Kalimat penegas.
Keempat unsur ini tampil secara bersama-sama atau
sebagian, oleh karena itu, suatu paragraf atau topik paragraf mengandung
dua unsur wajib (kalimat topik dan kalimat pengembang), tiga unsur,
dan mungkin empat unsur.
BAB III
SYARAT
– SYARAT PEMBENTUKAN PARAGRAF
3.1 SYARAT – SYARAT PARAGRAF
1. Kesatuan
Kesatuan paragraf ialah semua kalimat yang membangun paragraf
secara bersama-sama menyatakan suatu hal atau suatu tema tertenru. Kesatuan di
sini tidak boleh diartikan bahwa paragraf itu memuat satu hal saja.
2. Kepaduan
Kepaduan (koherensi) adalah kekompakan
hubungan antara suatu kalimat dan kalimat yang lain yang membentuk suatu
paragraf kepaduan yang baik tetapi apabila hubungan timbal balik antar kalimat
yang membangun paragraf itu baik, wajar, dan mudah dipahami. Kepaduan sebuah
paragraf dibangun dengan memperhatikan beberapa hal, seperti pengulangan kata kunci,
penggunaan kata ganti, penggunaan transisi, dan kesejajaran(paralelisme).
3. Kelengkapan
suatu paragraf yang berisi kalimat-kalimat penjelas yang
cukup untuk menunjang kalimat topik. Paragraf yang hanya ada satu kalimat topik
dikatakan paragraf yang kurang lengkap. Apabila yang dikembangkan itu hanya
diperlukan dengan pengulangan-pengulangan adalah paragraf yang tidak lengkap.
4. Panjang Paragraf
Panjang paragraf dalam sebagai tulisan tidak sama,
bergantung pada seberapa jauh/dalamnya suatu Bahasa dan tingkat pembaca yang
menjadi sasaran.
Memperhitungkan empat hal :
· Penyusunan kalimat topik,
· Penonjolan kalimat topik dalam
paragraf,
· Pengembangan detail-detail penjelas
yang tepat, dan
· Penggunaan kata-kata transisi, frase,
dan alat-alat lain di dalam paragraf.
5. Pola Susunan
Paragraf
Rangkaian pernyataan dalam paragraf harus disusun menurut
pola yang taat asas, pernyataan yang satu disusun oleh pernyatan yang lain
dengan wajar dan bersetalian secara logis. Dengan cara itu pembaca diajak oleh
penulis untuk memahami paragraf sebagai satu kesatuan gagasan yang bulat. Pola
susunannya bermacam-macam, dan yang sering diterapkan dalam tulisan ilmiah.
antara lain :
(1) pola runtunan waktu,
(2) pola uraian sebab akibat,
(3) pola perbandingan dan pertentangan,
(4) pola analogi,
(5) pola daftar, dan
(6) pola lain.
Ada tiga teknik pengembangan paragraf :
1. Secara alami
Pengembangan paragraf secara alami berdasarkan urutan
ruang dan waktu. Urutan ruang merupakan urutan yang akan membawa pembaca dari
satu titik ke titik berikutnya dalam suatu ruang. Urutan waktu adalah urutan
yang menggambarkan urutan tedadinya peristiwa, perbuatan, atau tindakan.
2. Klimaks dan Antiklimaks
Pengembangan paragraf teknik ini berdasarkan posisi
tertentu dalam suatu rangkaian berupa posisi yang tertinggi atau paling
menojol. Jika posisi yang tertinggi itu diletakkan pads bagian akhir disebut
klimaks. Sebaliknya, jika penulis mengawali rangkaian dengan posisi paling
menonjol kemudian makin lama makin tidak menonjol disebut antiklimaks.
3. Umum Khusus dan Khusus Umum
Dalam bentuk Umum ke Khuss utama diletakkan di awal
paragraf, disebut paragraf deduktif. Dalam bentuk khusus-umum, gagasan utama
diletakkan di akhir paragraf, disebut paragraf induktif.
3.2 MACAM-MACAM PARAGRAF
1. Eksposisi
Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan
tujuan memberi informasi.
Contoh:
Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya meningkat.
Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya meningkat.
2. Argumentasi
Bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/
kesimpulan dengan data/ fakta konsep sebagai alasan/ bukti.
Contoh:
Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anakanak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana.
Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anakanak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana.
3. Deskripsi
Berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga
pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengar hal tersebut.
Contoh:
Aini menatap Sandi dengan seksama. Hati Sandi semakin gencar memuji gadis yang mempesona di hadapanya. Ya, karena memang gadis didepannya itu sangat anggun. Hijab yang menjadi mahkota terindah. Matanya bersinar lembut dan begitu dalam, memberikan pijar mengesankan yang misterius. Ditambah kulitnya yang bersih, dia sungguh tampak sempurna.
Aini menatap Sandi dengan seksama. Hati Sandi semakin gencar memuji gadis yang mempesona di hadapanya. Ya, karena memang gadis didepannya itu sangat anggun. Hijab yang menjadi mahkota terindah. Matanya bersinar lembut dan begitu dalam, memberikan pijar mengesankan yang misterius. Ditambah kulitnya yang bersih, dia sungguh tampak sempurna.
4. Persuasi
Karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar
berbuat sesuatu.
Contoh:
Dalam diri setiap bangsa Indonesia harus tertanam nilai cinta terhadap sesama manusia sebagai cerminan rasa kemanusiaan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut di antaranya adalah mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya, mengembangkan sikap tenggang rasa dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai sesama anggota masyarakat, kita harus mengembangkan sikap tolong-menolong dan saling mencintai. Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat dipenuhi oleh suasana kemanusian dan saling mencintai.
Dalam diri setiap bangsa Indonesia harus tertanam nilai cinta terhadap sesama manusia sebagai cerminan rasa kemanusiaan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut di antaranya adalah mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya, mengembangkan sikap tenggang rasa dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai sesama anggota masyarakat, kita harus mengembangkan sikap tolong-menolong dan saling mencintai. Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat dipenuhi oleh suasana kemanusian dan saling mencintai.
5. Narasi
Karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang
susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagian
besar berdasarkan imajinasi.
Contoh:
Jam istirahat. Harun tengah menulis sesuatu di buku agenda sambil menikmati bekal dari rumah. Sesekali kepalanya menengadah ke langit-langit perpustakaan, mengernyitakan kening,tersenyum dan kembali menulis. Asyik sekali,seakan diruang perpustakaan hanya ada dia
Jam istirahat. Harun tengah menulis sesuatu di buku agenda sambil menikmati bekal dari rumah. Sesekali kepalanya menengadah ke langit-langit perpustakaan, mengernyitakan kening,tersenyum dan kembali menulis. Asyik sekali,seakan diruang perpustakaan hanya ada dia
3.2.1 Macam-Macam Paragraf Berdasarkan Tujuannya
1. Paragraf pembuka
Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik,
dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.
Contoh :
Pemilu baru saja usai. Sebagian orang, terutama caleg
yang sudah pasti jadi, merasa bersyukur karena pemilu berjalan lancar seperti
yang diharapkan. Namun, tidak demikian yang dirasakan oleh para caleg yang
gagal memperoleh kursi di parlemen. Mereka mengalami stress berat hingga tidak
bias tidur dan tidak mau makan.
2. Paragraf penghubung
Paragraf penghubung berisi inti masalah yang hendak
disampaikan kepada pembaca. Secara fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada
paragraf pembuka. Sifat paragraf-paragraf penghubung bergantung pola dari jenis
karangannya. Dalam karangan-karangan yang bersifat deskriptif, naratif,
eksposisis, paragraf-paragraf itu harus disusun berdasarkan suatu perkembangan
yang logis. Bila uraian itu mengandung pertentangan pendapat, maka beberapa
paragraf disiapkan sebagai dasar atau landasan untuk kemudian melangkah kepada
paragraf-paragraf yang menekankan pendapat pengarang.
3. Paragraf penutup
Paragraf penutup biasanya berisi simpulan (untuk
argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi) mengenai hal-hal yang
dianggap penting.
Contoh paragraf penutup :
Demikian proposal yang kami buat. Semoga usaha kafe yang
kami dirikan mendapat ridho dari Tuhan YME serta bermanfaat bagi sesama. Atas
segala perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
3.2.2 Macam-Macam Paragraf Berdasarkan Letak
Kalimat Utama
1. Paragraf deduktif
Paragraf deduktif ditandai dengan terdapatnya kalimat
utama di awal paragraf dan dimulai dengan pernyataan umum yang disusun dengan
uraian atau penjelasan khusus.
Contoh :
Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya, sudah
diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati
hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya untuk membuka usaha
baru.
2. Paragraf induktif
Paragraf induktif ditandai dengan
terdapatnya kalimat utama di akhir paragraf dan diawali dengan uraian atau
penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.
Contoh :
Semua orang menyadari bahwa bahasa
merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan
lemah. Komunikasi tidak lancar. Informasi tersendat-sendat. Memang
bahasa merupakan alat komunikasi yang penting, efektif dan efisien.
3. Paragraf campuran
Paragraf campuran ditandai dengan
terdapatnya kalimat utama di awal dan akhir paragraph. Kalimat utama yang
terletak diakhir merupakan kalimat yang bersifat penegasan kembali.
Contoh paragraf campuran :
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia
tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan
sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang
modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bias maju seperti
sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.
3.2.3 Macam-Macam Paragraf
Berdasarkan Isi
1. Paragraf deskripsi
Paragraf deskripsi ditandai dengan
kalimat utama yang tidak tercantum secara nyata dan tema paragraf tersirat
dalam keseluruhan paragraf. Biasanya dipakai untuk melakukan sesuatu, hal,
keadaan, situasi dalam cerita.
Contoh :
Dari balik tirai hujan sore hari,
pohon-pohon kelapa di seberang lembah itu seperti perawan mandi basah, segar
penuh gairah dan daya hidup. Pelepah-pelepah yang kuyup adalah rambut basah
yang tergerai dan jatuh di belahan punggung. Batang-batang yang ramping dan meliuk-liuk
oleh hembusan angin seperti tubuh semampai yang melenggang tenang dan penuh
pesona.
2. Paragraf proses
Paragraf proses ditandai dengan tidak
terdapatnya kalimat utama dan pikiran utamanya tersirat dalam kalimat-kalimat
penjelas yang memaparkan urutan suatu kejadian atau proses, meliputi waktu,
ruang, klimaks dan antiklimaks.
3. Paragraf efektif
Paragraf efektif adalah paragraf yang
memenuhi ciri paragraf yang baik. Paragrafnya terdiri atas satu pikiran utama
dan lebih dari satu pikiran penjelas. Tidak boleh ada kalimat sumbang, harus
ada koherensi antar kalimat.
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Paragraf
berfungsi untuk memudahkan pembaca dalam mengikuti jalan pikiran penulis. Pada
prinsipnya cara membuat paragraf adalah dengan menyusun kerangka penulisan
sampai sedetil-detilnya agar memudahkan penjelasan dan menghindarkan dari
penjelasan yang berulang-ulang.
Dalam karang-mengarang atau tulis-menulis, dituntut beberapa kemampuan antara lain kemampuan yang berhubungan dengan kebahasaan dan kemampuan pengembangan atau penyajian. Yang termasuk kemampuan kebahasaan adalah kemampuan menerapkan ejaan, pungtuasi, kosa kata, diksi, dan kalimat. Sedangkan yang dimaksud dengan kemampuan pengembangan ialah kemampuan menata paragraf, kemampuan membedakan pokok bahasan, subpokok bahasan, dan kemampuan membagi pokok bahasan dalam urutan yang sistematik.
Dalam karang-mengarang atau tulis-menulis, dituntut beberapa kemampuan antara lain kemampuan yang berhubungan dengan kebahasaan dan kemampuan pengembangan atau penyajian. Yang termasuk kemampuan kebahasaan adalah kemampuan menerapkan ejaan, pungtuasi, kosa kata, diksi, dan kalimat. Sedangkan yang dimaksud dengan kemampuan pengembangan ialah kemampuan menata paragraf, kemampuan membedakan pokok bahasan, subpokok bahasan, dan kemampuan membagi pokok bahasan dalam urutan yang sistematik.
DAFTAR
PUSTAKA
Ø Budiharso, Teguh. 2009. Panduan Lengkap Penulisan Karya Ilmiah.
Angkasa.
Ø Indriaty, Etty. 2008.
Menulis Karya Ilmiah . Gramedia Pustaka Utama.
Ø Muda, Ahmad A.K. 2008. Kamus Saku Bahasa Indonesia Idx Ed.terbaru.
Tititk Terang
Ø Rahardi, Kunjana. 2010. Teknik-teknik Pengembangan Paragraf Karya
Tulis Ilmiah. Graha Media.
Ø Wahyu R.N, Tri. 2006. Bahasa Indonesia. Jakarta. Universitas
Gunadarma
Ø Wiyanto, Asul. 2006. Terampil Menulis Paragraf. Grasindo.
Ø Wuryanto, R. 2010. Pedoman Lengkap Eyd ( Ejaan Yang Disempurnakan).
Paung Bona Jaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar